Berita

Warta Kita
Berita dan Informasi

Liputan seputar RW.21 dan Informasi.

Berita

Keutamaan Bulan Rajab: Momentum Perbanyak Amal Kebaikan

M
mdklik
03 Februari 2026 16 Views
Keutamaan Bulan Rajab: Momentum Perbanyak Amal Kebaikan

Dalam kalender Hijriyah yang penuh berkah, Allah SWT telah mengkhususkan beberapa waktu dengan kemuliaan dan keutamaan tertentu. Salah satunya adalah Bulan Rajab, yang sering kali menjadi “gerbang” yang kurang diperhatikan sebelum pintu kemuliaan Ramadhan terbuka lebar. Padahal, para ulama salaf menggambarkan Rajab sebagai bulan menanam benih, Sya’ban sebagai bulan menyirami benih, dan Ramadhan sebagai bulan memanen buahnya. Siapa yang lalai menanam di Rajab, ia mungkin akan kesulitan menuai hasil yang melimpah di Ramadhan.

Rajab adalah kesempatan emas untuk melakukan warming up spiritual, mengondisikan hati, dan membiasakan diri dengan ritme ibadah sebelum memasuki stadium utama, yaitu bulan puasa.

Rajab: Salah Satu dari Empat Bulan Haram yang Dimuliakan

Keistimewaan Rajab tidak datang dari tradisi semata, tetapi memiliki landasan kokoh dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah, sejak hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan yang disucikan (haram). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menzalimi diri sendiri dalam (bulan-bulan) itu…” (QS. At-Taubah: 36)

Dari ayat mulia ini, para ulama (seperti Ibnu Abbas, Qatadah, dan lainnya) menyepakati bahwa empat bulan haram tersebut adalah: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Yang unik, tiga bulan pertama berurutan (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram), sementara Rajab berdiri sendiri, terpisah di pertengahan tahun. Keunikan ini semakin menegaskan posisi spesialnya.

Makna “Bulan Haram” secara mendalam:

  1. Diharamkan peperangan: Pada masa awal Islam, perang dilarang di bulan-bulan ini, menciptakan atmosfer aman untuk ibadah dan perdagangan.

  2. Dosa dilipatgandakan beratnya: Berbuat maksiat, kezaliman, dan kedurhakaan di bulan-bulan ini lebih besar dosanya di sisi Allah karena merusak kesucian waktu yang dimuliakan.

  3. Amal shaleh dilipatgandakan pahalanya: Sebaliknya, setiap kebaikan yang dilakukan bernilai lebih besar. Ini adalah motivasi ilahi untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

Amalan yang Dianjurkan di Bulan Rajab (Berdasarkan Dalil yang Shahih)

Penting untuk dipahami bahwa tidak ada ibadah khusus tertentu (seperti shalat atau puasa tertentu) di bulan Rajab yang diriwayatkan secara shahih dari Rasulullah ï·º. Namun, sebagai bulan haram, kita dianjurkan memperbanyak amalan shaleh secara umum. Berikut panduan amalannya:

  1. Memperbanyak Istighfar dan Taubat: Membersihkan diri dari dosa-dosa adalah langkah pertama menyambut musim ibadah. Rajab adalah saat yang tepat untuk evaluasi diri (muhasabah) dan kembali kepada Allah.

  2. Memperbanyak Puasa Sunah: Meski tidak ada hadits shahih tentang puasa khusus Rajab, berpuasa di bulan-bulan haram secara umum sangat dianjurkan. Rasulullah ï·º bersabda: â€œPuasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan-bulan Allah yang dimuliakan (asyhurul hurum).” (HR. Muslim). Puasa Senin-Kamis atau puasa Dawud bisa diintensifkan.

  3. Memperbanyak Sedekah: Sedekah memadamkan murka Allah, menolak bala, dan menyuburkan pahala. Terlebih di bulan yang pahala dilipatgandakan.

  4. Memperbanyak Doa: Doa-doa umum kebaikan dunia-akhirat, doa meminta kemudahan menyambut Ramadhan, dan doa yang diajarkan Nabi untuk dibaca ketika masuk bulan Rajab: â€œAllahumma baarik lanaa fii Rajaba wa Sya’baana wa ballighnaa Ramadhaan” (Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan pertemukan kami dengan Ramadhan).

  5. Meningkatkan Kualitas Shalat dan Membaca Al-Qur’an: Mulai biasakan diri dengan tilawah harian dan shalat malam (Tahajud) agar saat Ramadhan tiba, kita sudah “tidak kaget”.

Catatan Penting: Hati-hati dengan amalan-amalan yang tidak berdasar (bid’ah), seperti shalat Ragha’ib, puasa khusus tanggal tertentu dengan keyakinan pahala fantastis yang tidak ada dalil shahihnya. Ikutilah tuntunan Nabi yang sahih.

Rajab sebagai Momentum Hijrah Batin Menuju Allah

Hijrah bukan sekadar peristiwa sejarah. Ia adalah proses berkelanjutan. Hijrah berarti berpindah dari yang buruk menuju yang baik, dari yang baik menuju yang lebih baik. Rajab adalah momentum sempurna untuk melakukan hijrah batin ini.

  • Hijrah Hati: Berhijrah dari cinta dunia berlebihan menuju cinta akhirat, dari penyakit hati (iri, dengki, sombong) menuju akhlak mulia.

  • Hijrah Perilaku: Berhijrah dari kebiasaan buruk (ghibah, malas beribadah, tidak jujur) menuju kebiasaan yang diridhai Allah.

  • Hijrah Spiritual: Meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas).

Dengan memanfaatkan Rajab sebagai bulan persiapan dan hijrah, kita akan memasuki Ramadhan dengan fondasi spiritual yang kokoh, hati yang lebih bersih, dan semangat yang telah terkondisi. Kita tidak lagi menjadi “pemain cadangan” yang tiba-tiba masuk lapangan, tetapi menjadi “pemain inti” yang siap memaksimalkan setiap detik kemuliaan Ramadhan.

Referensi:
QS. At-Taubah: 36 | HR. Muslim | HR. Al-Baihaqi | Ibnu Rajab Al-Hanbali – Lathaif Al-Ma’arif | Syekh Abdul Aziz bin Baz – Majmu’ Fatawa.

Bagikan Artikel Ini

Bantu sebarkan informasi positif ke warga lainnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!